JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum menentukan calon presiden untuk bersaing pada 2009. Partai yang berdiri sejak 1998 itu masih menunggu pinangan para tokoh nasional. "Tidak sekadar dilirik, tapi semua tokoh kita rangkul," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring dalam peringatan milad (hari lahir) PKS di Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin (4/5).
Yang menarik, acara milad PKS itu selain dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga para tokoh yang digembar-gemborkan bakal maju dalam Pilpres 2009. Mereka adalah Wiranto, Sutiyoso, dan Akbar Tandjung. Beberapa tokoh nasional lain juga terlihat di antara undangan. Mereka adalah Ketua MPR Hidayat Nurwahid yang juga mantan presiden PKS dan seluruh pimpinan PKS yang duduk di legislatif maupun kabinet.
Menurut Tifatul, pihaknya terbuka terhadap tokoh-tokoh yang digadang-gadang menjadi RI 1 tahun depan. "Namun, kita menunggu hasil pemilu legislatif. Untuk bisa bicara capres, memang harus lihat hasil riil perolehan suara," katanya.
Berapa target PKS? Di depan sekitar 150 ribu orang yang datang dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, dan Banten itu Tifatul menargetkan 20 persen dari total pemilih. "Insya Allah, Insya Allah, Insya Allah," teriaknya disambut pekik takbir dan tepuk tangan kader-kader partai berlambang padi diapit bulan sabit emas itu.
Tifatul mengatakan, keputusan mengajukan calon presiden merupakan wewenang Majelis Syura DPP PKS. "Kita masih zero position, belum bersikap," katanya.
Tahun ini, kata Tifatul, merupakan tahun pemenangan pemilu. "Setiap kader harus bekerja keras dengan ikhlas dan sabar. Hasilnya kita serahkan kepada Allah," ujarnya. Jika target 20 persen itu tercapai, berarti PKS mempunyai bargaining position yang sangat kuat untuk menentukan calon presiden 2009. Pada 2004, PKS mengantongi 7,34 persen suara dan berhasil membawa 45 kadernya menjadi anggota DPR RI.
Di tempat yang sama, Ketua Majelis Syura DPP PKS KH Hilmi Aminuddin menegaskan, PKS membuka peluang yang sama bagi setiap tokoh nasional. "Ruang bagi pemimpin bangsa terbuka lebar agar Indonesia menjadi bangsa yang dihormati, semakin sejahtera dan disegani di kancah internasional," ujar Hilmi.
Tokoh yang sangat dihormati kader-kader PKS itu meminta setiap upaya pemenangan pemilu, termasuk kampanye, dilakukan dengan cara-cara yang santun. "Siapa pun harus siap menang dan siap kalah. Jangan saling mendiskreditkan," pesannya.
Di tempat yang sama, Sutiyoso yang mantan gubernur DKI Jakarta mengaku mempertimbangkan secara serius tawaran PKS. "Sampai saat ini memang belum ada deal. Tapi, (tawaran) itu sangat saya hargai," kata Sutiyoso yang kemarin berbaju batik.
Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung berpendapat senada. "Jika memang mekanisme di partai lain tidak memungkinkan, tawaran itu tentu dipertimbangkan," kata mantan ketua umum Partai Golkar itu. Akbar masih berharap Golkar membuka konvensi. "Saya akan mencoba dulu," katanya.(rdl/kum)
bagi yang mau tukeran link bisa hubungi admin:
e-mail:indonesiahackerlink@yahoo.com
ym:pratama_adi2001
Senin, 05 Mei 2008
PKS Terbuka dalam Pilih Capres
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar