bagi yang mau tukeran link bisa hubungi admin: e-mail:indonesiahackerlink@yahoo.com ym:pratama_adi2001

Rabu, 30 April 2008

Menikmati Bekatul

Kini banyak orang mengonsumsi bekatul. Banyak manfaat yang dirasakan: tubuh fit, jerawat hilang, diabates lenyap.

Ada kebiasaan rutin yang tak pernah ditinggalkan Olga Lydia setiap bangun tidur. ”Bekatul sangat menunjang kegiatan diet saya,” kata Olga.

Dengan mengonsumsi bekatul, Olga bisa merasa kenyang untuk waktu yang lama. Maka, Olga lebih memilih bekatul ketimbang sereal gandum yang banyak dijual di supermarket. ”Baru setengah jam makan sereal instan, kita sudah lapar lagi,” ujar alumnus Universitas Parahyangan Bandung itu. Olga juga merasakan manfaat lain: kesegaran dan kesehatan tubuh yang prima. Olga biasa mencampur bekatul yang lembut dengan susu, lalu diminum. ”Cara ini cukup mudah. Dan kebanyakan orang menyukai bekatul karena sifatnya yang instan dan cepat saji,” ujar finalis Wajah Femina 1994 itu.

Untuk bisa mengonsumsi bekatul, Olga harus berburu ke Bandung, tempat dulu ia pernah menempuh ilmu. Ia membelinya di Jl Murijan, di bilangan Lengkong Besar. Dari situ Olga mendapat bekatul yang sudah siap pakai. Banyak artis ibu kota, juga memesan bekatul dari sana.

Ia terbiasa mengonsumsi bekatul lantaran, orang tua Olga yang berasal dari Jombang, Jawa Timur, sudah terbiasa menyantap bekatul. Kepada Olga, orang tua Olga selalu mengajarkan makan bekatul dan menganjurkan pentingnya mengonsumsi bekatul ini.

Untuk itu, meski banyak orang mencemooh, Olga tetap bertekad tetap mengonsumsi bekatul. Langkah Olga berpengaruh di kalangan artis. Ada yang mengikuti jejaknya. Salah satu di antaranya adalah Devi Alexandra, fotomodel, bintang iklan, dan pemain sinetron. Gadis sampul majalah Aneka kelahiran 25 Desember 1985 itu, meyakini kalau bekatul bisa menopang ketahanan fisik yang prima.

Selama ini, tidak banyak orang yang tahu kandungan gizi makanan itu. Mereka, kata Devi, umumnya merendahkan jenis makanan ini, tanpa membuktikan seberapa besar khasiatnya. Banyak orang melihat bekatul sebagai makanan yang tidak bermutu. Padahal banyak penelitian mengungkapkan tingginya nilai nutrisi dalam bekatul. ”Beberapa zat nutrisi itu tidak terdapat pada beras, meski bahan bakunya sama-sama dari padi,” ungkapnya.

Dengan giat mengonsumsi bekatul, dia merasa senantiasa bugar. Meski kegiatan sebagai artis cukup padat, namun selama ada bekatul, dia selalu merasa fit dan jarang sakit-sakitan. Makanan lain, bisa jadi menjadi penyebab atas kesehatannya itu. Namun bagaimanapun bekatul, kata model asal Semarang itu, memiliki beragam vitamin, serat, mineral, protein yang cukup untuk kebutuhan nutrisi tubuh. Ini yang menyebabkan ketahanan fisik seseorang bisa selalu tampil prima.

”Padahal saya jarang mengonsumsi obat doping atau penopang ketahanan fisik lain. Mungkin bekatul menjadi salah satu penyebab kekuatan fisik itu, di samping makanan bergizi lain seperti sayur-sayuran, buah, susu dan lainya,” ujar bintang sinetron ‘Prabu Siliwangi’, ‘Sang Pecinta’, ‘Sheila’ dan beberapa sinetron lainnya itu.

Tradisi makan bekatul memang baru berkembang di lingkungan keluarganya. Mulanya adalah orang tua Devi yang mencoba, karena mengetahui manfaat bekatul. Akhirnya kini semua anggota keluarga Devi, menghidangkan bekatul setiap waktu untuk campuran minuman. Adik Devi, hingga kini masih menyukai bekatul untuk sarapan pagi. ”Barangkali peran orang tua mempengaruhi kebiasaan itu sejak awal,” tandasnya.

Enny Nufida, remaja putri yang membuat kesaksian di Majalah You Inc (No 52 Maret 2003), bercerita ia bisa terbebas dari jerawat karena mengonsumsi bekatul. ”Wajah terasa kasar dan berjerawat. Bila datang bulan wajah saya memerah dan terasa pedih,” jelas Enny sebelum mengenal bekatul.

Pergi ke beberapa dokter kulit tak menyelesaikan kasus kulitnya. Suatu hari seorang teman menawari bekatul produksi pabrik di Surabaya dan royal jelly dari Cina. Ia lantas mengonsumsinya tiga kali sehari. ia juga menggunakan bekatul itu sebagai masker. Selang dua minggu kemudian, ia menuai hasil. ”Jerawat di wajah saya mengering dan kecil-kecil,” ujarnya.

Eko Satriyo juga mempunyai pengalaman dengan bekatul. Anaknya yang baru berusia sekitar setahun, selalu mengompol setiap malam. tapi, tanpa disengaja, ketika ia mengonsumsi bekatul produksi pabrik di Surabaya, anaknya selalu minta. ”Kalo nggak dikasih kadang ngacak-acak, bahkan merebut gelas hingga tumpah deh itu coarse rice powder,” tulis Eko dalam e-mailnya.

Praktis, setiap minggu anaknya mengonsumsi bekatul skeitar 2-3 gelas. Hasilnya menakjubkan. ”Semenjak itu anak saya jarang sekali ngompol,” lanjutnya.

Pengalaman Putu Gangsar lebih hebat lagi. Di Majalah You Inc No 52 maret 2003, ia mengaku terkena diabetes, hingga muncul luka di jari kakinya. Dokter memintanya untuk diamputasi, tapi ia tak mau. Ia beruntung bertemu teman yang menarawi bekatul, royal jelly, biogreen, dan teh lingzi. Ia mengonsumsinya, dan kurang dari dua minggu, lukanya mengering.

Simon Mangande juga mempunyai pengalaman serupa. Simon pernah terkena diabetes. Penglihatannya sudah mulai rabun. HbA1c-nya mencapai 10,1 persen. ”Dulu, semalam bisa bangun tujuh kali untuk kencing, dan air seni berbau gula merah yang dipanaskan,” tulis Simon dalam e-mailnya.

Tapi, cerita itu sudah menjadi masa lalu baginya.
Pada 2002, ia berkenalan dengan bekatul (coarse rice powder - CRP) produksi pabrik di Surabaya. Ia mengonsumsinya berbarengan dengan makanan suplemen lainnya, yaitu royal jelly dari Cina dan biogreen dari Australia. Ia juga makan tomat.

Royal Jelly 4 x 1 saset -> 10 hari
+ Biogreen 1 x 1 saset
+ CRP 3 x 2 sendok
+ makan nasi 3 x satu gelas kecil saja
+ sayur tomat + timun sampai kenyang
+ doa

lalu
Royal Jelly 3 x 1 saset -> 10 hari
+ Biogreen 2 x 1 saset
+ makan nasi 3 x satu gelas kecil saja
+ sayur tomat + timun sampai kenyang
+ CRP 3 x 2 sendok
+ doa

lalu
Royal Jelly 2 x 1 saset -> 10 hari
+ Biogreen 3 x 1 saset
+ CRP 3 x 2 sendok
+ makan nasi 3 x satu gelas
+ sayur tomat + timun sampai kenyang
+ doa
+ jangan pernah minuman manis
+ kalau bisa cabe merah

”Lalu periksa lagi HbA1c, lalu lalu diabetes berlalulah. HbA1c saya turun menjadi 5,7 persen. Menurut standar ahli diabetes melitus Indonesia, HbA1c 4-6 persen itu normal,” lanjut Simon. Bangun malam untuk kencing pun, ia tak pernah lakukan lagi.

Simon mengatakan, ia mengonsumsi bekatul untuk menjaga agar tidak rakus makan. Sebab, dampak dari minum royal jelly, nafsu makan menjadi meningkat. Royal jelly sendiri merupakan produk lebah yang di antaranya juga bisa menurunkan kadar gula dalam darah. Sedangkan biogreen sebagai antioksidan bagi tubuh.

Sekarang, Simon bisa tersenyum lega. Ia tak lagi berpantang makanan. ”Dulu dilarang dokter makan satu pisang Ambon. Harus hanya sepotong pisang Ambon sekali makan. Sekarang? Sekali makan dua pisang Ambon. sampai-sampai, ibu di warung makan nyengir-nyengir,” jelas Simon.

Kini, ia masih rajin mengonsumsi bekatul tiap pagi, dan baru berasa lapar setelah pukul 12.00 WIB. Sore makan seperti biasa, dan pukul 21.00 ia minum lagi bekatul dan royal jelly. ”Makannya, wah, nasi sepiring penuh, tambah sayur sepuasnya. Pokoknya kenyang,” katanya.

0 komentar:

Template by - INDONESIAHACKERLINK TEAM