bagi yang mau tukeran link bisa hubungi admin: e-mail:indonesiahackerlink@yahoo.com ym:pratama_adi2001

Selasa, 06 Mei 2008

Anak Tukang Telor Diculik, Minta Tebusan Rp100 Juta

JAKARTA - Kasus penculikan terhadap anak kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah anak seorang pedagang telor, Ali (47), yaitu William (13), siswa kelas 1 SMP Kanaan, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut ibu korban, Djumini (45) Senin 5 Mei sore pukul 17.00 WIB, usai pulang les William datang ke kantor ibunya di kawasan Sawah Besar. "Setengah jam kemudian dia minta pamit pulang ke rumah. Saya bilang duluan saja, nanti ibu menyusul pukul 20.30 WIB sudah sampai di rumah," cerita pekerja di toko sepatu ini kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Selasa (6/5/2008).

Djumini menjelaskan, jarak antara kantor dengan rumahnya sekira 1 kilometer. Kemudian untuk memastikan dia menghubungi ponsel milik William, tapi handphonenya mati. Saat dia menghubungi telepon rumahnya, terdengar nada sibuk terus-menerus.

Selanjutnya, ketika sampai di rumah sekira pukul 20.30 WIB, Djumini ternyata tidak mendapatkan anaknya di rumah. Pihak keluargapun akhirnya bermusyawarah, untuk mencari anak keduanya ini. Pada pukul 21.00 WIB, saat dia melihat hanphonenya ternyata terdapat 3 buah panggilan dari Hp anaknya, tapi tidak diangkatnya.

Setelah dihubungi kembali, ternyata yang mengangkat bukan lagi anaknya, tetapi orang lain. Diapun menanyakan identitas orang tersebut dan meminta anaknya dikembalikan. Bukannya mendapatkan jawaban, telepon malah dimatikan.

Selang beberapa lama, telepon datang lagi dari pelaku penculikan tersebut. Pelaku meminta kepadanya agar menyediakan uang Rp30juta dan dikirim ke rekening BCA, jika ingin anaknya selamat.

Namun hingga pukul 10.00 WIB, pelaku tidak menghubunginya kembali. Akhirnya keluarga sepakat untuk melaporkannya ke Polda Metro Jaya pukul 23.00 WIB.

Mendapat laporan, Resmob Polda Metro Jaya langsung bergerak dan melakukan penyelidikan. Tepat pukul 01.00 WIB tengah malam pelaku menelepon kembali dan meminta uang tebusannya.

Korban kemudian mengaku hanya memiliki Rp10 juta di ATM dan memegang Rp25 juta uang cash. Akhirnya disepakati pertemuan antara penculik dan keluarga korban di Pasar Minggu. Namun, setelah ditunggu-tunggu dengan polisi yang sudah menunggu dari jarak jauh, ternyata pelaku tidak juga datang.

Baru pada pukul 06.00 WIB pagi, pelaku menelepon kembali dan meminta uang tambahan tebusan sebesar Rp100 juta. Kemudian dengan mengemis Djumini meminta agar pelaku tidak menyiksa keluarganya melalui William.

"Saya ini orang tidak punya. Kalau mau melukai keluarga saya, lukai saya saja, jangan keluarga saya," katanya dengan memelas.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui lagi apakah ada komunikasi antara korban dan pelaku mengenai uang tebusan.

Sementara, Kasat Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Reza Calvian Gumay mengaku masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," pungkasnya. (Moch Yamin/Sindo/uky)

0 komentar:

Template by - INDONESIAHACKERLINK TEAM